Kelapa gading

Bukan, curhatan ini bukan tentang kelapa gading yang ada di Jakarta, tapi tentang kelapa gading beneran.
Kelapa gading, kelapa yang berkulit kuning, suka dilukisi wajah arjuna dan srikandi di acara tujuh bulanan orang Jawa.

Di suatu hari, ada pembabatan (dibikin jadi rapi, gitu) pohon di taman yang ada di kompleks pertokoan deket rumah.
Pohon kelapa gading yang ada di taman ikut dirapihkan dan beberapa buah kelapa jadi ikut dipanen.
Wah, pasti enak banget nih kalo bisa makan kelapa siang2 gini. Tapi apa daya, karena di rumah gak ada bedog (pisau besar), jadi cuma ngeliat sambil lewat doang.
Ada dua orang aunty-aunty yang juga liat2 ke arah kelapa-kelapa itu sambil nyerocos pake bahasa cingcangkeling. Kayaknya sih pengen ngambil tapi gak tau takut, malu, gengsi, atau just dont speak the language karena petugas yang ngerapihin taman adalah orang India. Untungnya pak petugas baik hati dan bilang "Take, take lah…" dan dengan gembira ria, dua orang aunty tersebut ngambil kelapa gading yang mulus-mulus.

Kangen nih makan kelapa yang udah ada di dalam gelas. Di sini kalo beli kelapa di tempat makan yang ada di mall deket rumah, dikasihnya sebuah-buahnya, jadi harus ngerok sendiri dan isinya pun untung-untungan. Kadang-kadang terlalu muda ato terlalu tua. Kalo beli kelapa Thailand di supermarket juga, tetep mesti ngerok sendiri.

Enaknya makan es kelapa muda ato kelapa kopyor yang ada di dalam gelas…………………………….
Tinggal sruput, sruput, nyam nyam.

Leave a Reply