Anakku
Sunday, September 30th, 2007Ketika sedang kesel karena Bismo terus main sapu dan gak mau tidur, padahal nanti siang kami harus pergi ke dokter, pas baca puisi ini, aku jadi nangis…….
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau
berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih
mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan
keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung
ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika
engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus
operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit
ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian
memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk
mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah
menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan
erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan
kepada siapapun
Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling
membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat
dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan
adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan
penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu
berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah
membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat
berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu
didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang
orang lain tidak bisa rasakan
Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk
berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu
menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle
denganmu
Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa
sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang
menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian
puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka
ibu
Percayalah nak…
Engkau selalu menjadi belahan
nyawa ibu…