Nightmares
Kadang-kadang suka kepikiran, gimana nasib para penjual keliling di Indonesia. Kebayang tukang jualan perabot dapur yang suka lewat depan rumah, tukang sol sepatu, tukang reparasi jam, tukang sampah, tukang sapu jalan, tukang jualan abu gosok, dan tukang jualan non-makanan lainnya……
Mereka masih bisa makan dengan sehat gak?
Bisa nyekolahin anak gak?
Ato malah, jangankan makan sehat, masih bisa makan gak?
Suka sedih kalo udah mulai mikirin yang kayak gini.
Mungkin kita harusnya berbuat sesuatu untuk nolong mereka.
Kalo udah gini, rasanya gak ingin pulang dan ngeliat orang-orang susah di Indonesia. Gak tega………..
October 23rd, 2007 at 9:36 pm
Haloo Lulu apa kabar? saya pingin sedikit comment aja. Allah itu maha adil. Jadi dia akan memberikan sesuatu berdasarkan porsinya. Dan kebahagiaan hidup tidak selalu dinilai dengan hal-hal yang bersifat materi.
Mohon maaf kalo ada kata-kata yang salah
Salam
Ridwan Farid
October 23rd, 2007 at 10:55 pm
Sama neng. Aku juga suka nggak tega. Sering bertanya2 kenapa harus ada orang miskin di dunia ini. Tapi akhirnya sadar, justru orang susah seperti mereka yang bisa menyadarkan kita untuk tetap menginjak bumi. Untuk mensyukuri rezeki dari Allah dengan membelanjakan dengan bijak dan memberikan haknya orang2 yang kesusahan lewat zakat atau sedekah. Plus Allah menyukai orang-orang yang bersyukur namun lebih menyukai orang miskin yang bersyukur. Jadi, ketika gue kasihan mikirin mereka yang kesusahan, sebetulnya hidup mereka di kehidupan lain sesungguhnya bisa jauh lebih baik dari kita. Ehm.. serius mode ON. Tapi emang bener lu. Suka nggak tega. Nabi pernah bilang, salah satu istri beliau yang akan masuk surga adalah dia yang tangannya paling panjang, yaitu yang suka bersedekah. Yukk… perbanyak sedekah.